Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘puisi centil’

Adakau engkau wahai pemuda? Yang kan menjawab semua kegelisahanku Yang kan memecah kesunyianku, kepekatan gelapku? Adakah engkau wahai pemuda? yang kan mendulang mimpiku. mewujudkan asaku? Bila jawabmu ya, Nantikanku di mitsaqan ghalidza! Janji antara kau dengan Tuhan-Mu, Tuhan-Ku… Bila sampai kita ke akad… Bila belum, kiranya kau jaga kehormatanmu… dan diriku… jangan coba kau langgar! [...]

Hanya ada dua pilihan untuk bahagia Jika kau memilih untuk bahagia Dan hanya jika kau punya cara untuk mencapai bahagia Bahagia Hanya dengan menulis kata itu saja.. Kau mengubah paradigmamu Jika kau bahagia, ajak aku juga ya Dan hanya jika kau bahagia, kau genggam tanganku ya Jika kau bahagia, aku bersedia menemanimu Dan hanya jika [...]

Genap Dalam dua-dua ada kata genap Bukan dalam dien, tapi dalam usia Ah, tak kupikirkan itu sebenarnya Hanya sesekali terlintas, bukan berarti prioritas Lantas apa yang kau kejar Masihkah kau dapat beribadah dengan baik dalam kesendirianmu? Padahal shalatnya orang yang telah menikah itu lebih utama dibanding shalatnya orang lajang Begitu Rasulullah mengajarkan Lantas apa yang [...]