Melihat rona wajahku, binar di mataku ketika menceritakan sang ratu, Ibu membelai ubun-ubunku. Mencium keningku. Ketika melakukannya, seketika aku merasa ribuan helai rambut di keningku basah. Embun di matanya mengalir hangat di keningku Ibu menangis mendengar penuturanku. Sudah tepatkah pilihanmu, Nak. Bisik Ibu di telingaku. Suaranya begitu lembut, begitu bergaung, menggema sampai ke dalam jiwa. [...]
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘karam’
Senandung Lagu Karam (4)
Posted: September 1, 2009 in UncategorizedTag:air mata, ibu, karam, lagu, mencintai, senandung, tinggalkan, ubun-ubun
Senandung Lagu Karam (3)
Posted: Agustus 11, 2009 in Kegundahan hatiTag:anggun, cemerlang, gelisah jiwa, hati, karam, kemilau, lagu karam, senandung, takhta
Kemudian, lagu itu mulai berlayar dalam semilir angin. Berharap, lagu itu terdengar di telinganya. Ia memang mendengarnya. Lalu ia tersenyum, tanpa menyadari bahwa lagu itu untuk langkah kakinya, untuk tangisannya, untuk senyumannya, untuk gerakan kecilnya, dan untuk risau yang ia timbulkan di langit hatiku. Namun itu tak menyurutkan langkahku untuk terus bersenandung. Lagu itu berlayar. [...]
Senandung Lagu Karam
Posted: Agustus 7, 2009 in Kegundahan hatiTag:anggun, jilbab, karam, kehidupan, lagu, matanya tunduk, memukau, ombak, senandung, senandung lagu karam
“Sungguh, beribu-ribu lirik lagu yang kutulis untuknya, akhirnya harus karam, ditelan ombak kehidupan yang ganas. Dan kini, akan kumulai menyanyikan satu demi satu lagu itu, di hari pernikahannya.” Pernahkah kamu mencintai seorang perempuan? Aku pernah. Ia berjalan seakan telapak kakinya tak menjejak tanah, begitu ringan, begitu indah. Jilbabnya terulur, begitu rapih, begitu anggun. Dan matanya, [...]


