Lima bulan yang lalu, Nak, aku menikah dengan seorang pemuda
Ia bukan aktivis dakwah pergerakan, hanya seseorang yang hanif
Pun bukan seorang hafizh, namun ia mampu mempersembahkan mahar Luqman 12-14 yang ia bacakan saat kami shalat berjama’ah…
Tak banyak bicara, namun ia banyak melangkahkan kakinya ke mesjid..
Polos, baik hatinya….
Hingga bulan ini, Nak, keluhan ibu hanya ia balas dengan seulas senyum
Sakit hatinya hanya ia balas dengan dekapan dan pelukan…
Ketika ia pergi bekerja, Nak, Ibu merasa sepi…
Hanya mampu menunggunya pulang…..
ibu marah bila ia tak makan masakan ibu…padahal ia hanya lelah…dan butuh tidur…
Ibu marah ketika ia tidur, tak seperti ibu yang selalu terjaga di malam hari..
ya, Nak, Tanpamu, Kami merasa sepi di sini….
Meski ibu sedang studi lanjut, pulang pergi ke Bandung, dan ayahmu sibuk bekerja….
Namun, kehadiranmu tetap kami damba….
Untukmu, yang belum hadir dalam rahim…..
Bulan Desember ini, hujan sepi merajai hari-harinya….




subhanallah :’) … sy jd terharu ,,, salam knal ukhti