….dan Ranah 3 Warna adalah…
“….tanpa sabar, rasanya tidak mungkin aku bisa berkelana melintas Bandung, Amman, dan Saint-Raymond (Kanada); tiga ranah berbeda warna….” (R3W: 466)
Tiga hari dua malam novel ini khatam juga di tangan saya. Sempat 3 kali nangis ketika membacanya. Ketika ayah Alif Fikri meninggal, ketika nasionalisme di Mount Laura, dan ketika Alif mengalami kekalahan telak dari Randai di hari wisudanya. Jauh dari semua itu, saya benar-benar menikmati kisahnya. Terima kasih telah berbagi dengan pembaca..
“Balari…lari…bukannyo kijang
Panda tajamua di muaro
Kami manari basamo-samo
Paubek hati dunsanak sadonyo
Ikolah indang oi Sungai Garinggiang…” (Lirik pembuka tari Indiang-Minang)
Berikut adalah kutipan obrolan pembaca dengan penulis Ranah 3 Warna, Anwar Fuadi dalam goodreads
message 1: by shanah (last edited Feb 18, 2010 09:08pm) (new)
Feb 18, 2010 09:07pm
Wouw……..yg aku tunggu2.
Interesting and unique…:
a. Judul: konfigurasinya sama dgn buku N5M, sekuelnya berarti R3W. Penasaran…..knp disetting sprt itu, ada kisah gak dibalik itu? Jd mudah diinget….nyebut singkatannya aza, org2 pasti ingat, jgn2 itu alasannya (sorry neh, klo sok tahu
)
b. Magic Word/mantera: selalu ada. N5M punya “Man Jadda Wajada”, nah si sekuelnya: “Man Shabara Zafira”. Ciri khas yg unik dan bahkan menjadi motivator…. Betul2 mantera yg mujarab
reply | flag *
message 2: by Ahmad (new)
Feb 18, 2010 11:18pm
2086390 Terima kasih utk komentar ini.
a. memang niatnya akan ada style yang sama utk trilogi ini. nanti buku ketika ada unsur angka 1 di tengah. jadi ada formasi 5-3-1 nanti:)
b. niat saya memang paling tidak membawakan satu pesan besar di setiap buku yang diwakili “mantera” ini.
message 40: by Ahmad (new)
Jan 05, 2011 07:20pm
2086390 Teman-teman, baru semalam melihat proof dan mengirim ke percetakan. Akhirnya….Ranah 3 Warna, buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara akan beredar pada tanggal 23 Januari 2011. Buku sudah bisa dipesan (preorder) secara online di www.gramediashop dan www.gramedia.com atau datang sendiri ke toko-toko Gramedia.
Untuk detil toko Gramedia yang berpartisipasi dengan program preorder dan suvenir R3W, bisa dilihat di http://on.fb.me/fhhOrk.
Sinopsisnya:
Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?
Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?
Kemana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Ksatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?
Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa. Tuhan bersama orang yang sabar.
Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Ditulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan TEMPO dan VOA, penerima 8 beasiswa luar negeri dan penyuka fotografi. Pernah tinggal di Kanada, Singapura, Amerika Serikat dan Inggris. Alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University dan Royal Holloway, University of London ini meniatkan sebagian royalti trilogi ini untuk membangun Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu, yang berbasiskan sukarelawan.
Penghargaan untuk Negeri 5 Menara: Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010, Penulis dan Fiksi Terfavorit, Anugerah Pembaca Indonesia 2010
reply | flag *
message 41: by Ahmad (new)
Jan 05, 2011 07:21pm
2086390 Khusus utk teman2 GRI, ada perlakuan khusus, dan sudah diurus sama mbak Truly, ya kan mbak? Dapat diskon tentunya:)






