Pendidikan di Negara Berkualitas Hidup Terbaik di Asia

Posted: Januari 8, 2011 in Uncategorized
Tag:,


Ini adalah gambaran pendidikan di negara Singapura, negara di mana kualitas hidupnya no 1 di Asia, yang saya ambil di wikipedia.
Saya tertarik untuk mempelajarinya karena saya baru menonton film ‘I Not Stupid’
Bahasa Inggris adalah bahasa pengajar di seluruh sekolah di Singapura.

Siswa masuk sekolah dasar pada usia 7 tahun dan melanjutkan pendidikan selama enam tahun, pada akhir masa pendidikan mereka menjalani Primary School Leaving Examination (PSLE). Ada empat pelajaran di sekolah dasar, yaitu bahasa Inggris, matematika, sains, dan bahasa ibu. (*Nah, mengapa kalau pendidikan di Indonesia semua anak harus menelan mentah-mentah semua mata pelajaran toh pada akhirnya mereka tetap tertinggal dibandingkan output lulusan sekolah di negara lain? Toh seorang juara olimpiade pun mereka digembleng selama kurun waktu tertentu dan cukup FOKUS pada mata pelajaran tertentu). Semua pelajaran diajarkan dan diujikan dalam bahasa Inggris kecuali “bahasa ibu” yang diajarkan dan diujikan dalam bahasa Melayu, Mandarin (Cina) atau Tamil. Sementara “bahasa ibu” merujuk pada bahasa utama secara internasional, dalam sistem pendidikan Singapura sebutan ini digunakan untuk merujuk pada bahasa kedua atau tambahan karena bahasa Inggris adalah bahasa utama. Sekolah dasar negeri tidak membebankan biaya sekolah, tetapi bisa saja muncul biaya tak terduga.(Kalau di Indonesia biaya sekolah sama besarnya dengan biaya tak terduga)

Setelah sekolah dasar, siswa masuk ke sekolah menengah selama empat hingga lima tahun. Ada banyak pelajaran yang ditawarkan di sekolah menengah, termasuk bahasa Inggris, bahasa ibu, geografi, sejarah, matematika dasar, matematika tingkat atas, kimia, fisika, biologi, bahasa Perancis dan bahasa Jepang.

Siswa rata-rata mempelajari tujuh sampai delapan pelajaran, tetapi sudah umum bagi siswa untuk mengambil lebih dari delapan pelajaran. (*Di Indonesia siswa SMA mempelajari 15 mata pelajaran dan tidak mendalam) Pada akhir sekolah menengah, siswa menjalani ujian Singapore-Cambridge GCE ‘O’ Level dan hasilnya menentukan jenis jalur pendidikan pasca-menengah yang akan mereka teruskan.(*Kalau di Indonesia banyak yang salah jurusan karena ada yang punya modal duit tapi otak tak mendukung, dan sebaliknya. Pendidikan pun dikomersilkan, hanya untuk kalangan orang berduit) Biaya sekolah di kebanyakan sekolah menengah negeri dibulatkan sampai 5 SGD setelah disubsidi pemerintah.[96] Tetapi, ada sekolah-sekolah menengah swasta yang membebankan ratusan dolar untuk biaya sekolah setiap bulannya.

Tidak semua siswa masuk ke sekolah menengah. Banyak di antaranya yang meneruskan pendidikan ke institut pendidikan vokasi seperti Institute of Technical Education (ITE), tempat mereka lulus dengan sertifikat vokasi. Siswa lainnya meneruskan pendidikan ke Singapore Sports School atau sekolah dengan program terintegrasi sehingga mereka dapat melompati ujian Singapore-Cambridge GCE ‘O’ Level secara bersamaan (*kalau yang ini ane kagak ngerti dah, gak kebayang)

Setelah ujian tingkat O pada usia sekitar 16 tahun, siswa secara normal masuk ke sebuah Junior College, Centralised Institute atau Polytechnic. Program di Junior College dan Centralised Institute mengarah pada ujian tingkat GCE A setelah dua atau tiga tahun. (*Ane 17 tahun masuk universitas! bencelung banget…)

Ada lima politeknik di Singapura, yaitu Singapore Polytechnic, Ngee Ann Polytechnic, Temasek Polytechnic, Nanyang Polytechnic dan Republic Polytechnic. Tidak seperti institusi di negara lain, politeknik di Singapura tidak memberi gelar. Mahasiswa politeknik lulus dengan diploma pada akhir tiga tahun kuliah.

Ada lima universitas negeri di Singapura – National University of Singapore, Nanyang Technological University, Singapore Management University, Singapore University of Technology and Design dan Singapore Institute of Technology. Pemerintah telah membangun lebih banyak universitas negeri dalam beberapa dasawarsa terakhir dengan harapan dapat menyediakan pendidikan tinggi untuk 30% dari setiap kelompok.[97][98] Mata kuliah di politeknik dan universitas diajarkan dalam bahasa Inggris (*Bersyukurlah, Indonesia menggunakan bahasa negaranya sendiri untuk pengantar kuliah dan kehidupan)

Banyak universitas asing yang memiliki kampus di Singapura, yaitu INSEAD, Chicago Business School, New York University, University of Las Vegas, Technische Universität München, ESSEC dan lainnya.[98]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s