Benar-benar berharap manis di tahun ini…
Meski di awal tahun sempat kena musibah…
mungkin itu bukan rezeki kami..
Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik,
atau,
ada segelintir usaha sungguh-sungguh dalam menekuni suatu hal..
benar-benar…
hanya bisa menitipkan ya Allah,
kutitipkan ia dan pernikahan ini pada-Mu
dan jagalah hatiku selalu agar tak membuat hal demikian sebagai tandingan-Mu
sungguh Engkau tak bisa dibandingkan dengan sesuatu pun…
dan letakkan mereka dalam genggaman, bukan di hatiku….
sungguh…
Ini kisah tentangmu. Betapa dirimu menyita hampir seluruh jiwa, raga, dan pikiranku. Bahkan ruh ku pun ikut hilang jika kau tak ada tuk sekedar duduk menemani.
Lantas, mestikah semua yang tak patut terus aku soroti? alangkah tak adilnya. Maaf kalau aku menjatuhkan rasa di depanmu, bukan kamu yang salah..hanya ingin melepas segala keluh yang ada……
Ini tentangmu.
tentang dahaga yang terus meminta..
tentang pengorbanan di atas segala
Sehabis penelitian lapangan sosiolinguistik (dan saya masih tetap haid). Lelah namun berusaha memasak. Ia jatuh sakit. Tambah gamang saja ketika kurasa aku tak becus memasak. ya, kacang merah itu berubah gosong, dan pancinya juga jadi korban (padahal punya mertua). Data penelitian masih juga belum diolah…..
Hari ini semuanya baik. Aku dengan marah mengirim pesan, tapi ia berhusnudzhan padaku. Malah membawakan pesananku dan membelikanku puding.
Hujan Sepi di Bulan Desember
Posted: Desember 9, 2011 in UncategorizedTag:anak, buah hati, hujan sepi desember
Lima bulan yang lalu, Nak, aku menikah dengan seorang pemuda
Ia bukan aktivis dakwah pergerakan, hanya seseorang yang hanif
Pun bukan seorang hafizh, namun ia mampu mempersembahkan mahar Luqman 12-14 yang ia bacakan saat kami shalat berjama’ah…
Tak banyak bicara, namun ia banyak melangkahkan kakinya ke mesjid..
Polos, baik hatinya….
Hingga bulan ini, Nak, keluhan ibu hanya ia balas dengan seulas senyum
Sakit hatinya hanya ia balas dengan dekapan dan pelukan…
Ketika ia pergi bekerja, Nak, Ibu merasa sepi…
Hanya mampu menunggunya pulang…..
ibu marah bila ia tak makan masakan ibu…padahal ia hanya lelah…dan butuh tidur…
Ibu marah ketika ia tidur, tak seperti ibu yang selalu terjaga di malam hari..
ya, Nak, Tanpamu, Kami merasa sepi di sini….
Meski ibu sedang studi lanjut, pulang pergi ke Bandung, dan ayahmu sibuk bekerja….
Namun, kehadiranmu tetap kami damba….
Untukmu, yang belum hadir dalam rahim…..
Bulan Desember ini, hujan sepi merajai hari-harinya….
Ini cerita tentang pernikahan. Biasanya memang ada jeda antara impian dan realita, bahwa kita harus menerima apa yang ada. Jika Allah memberi, berarti Allah tahu bahwa kita mampu. Ada ujian kesabaran di dalamnya. Keluhan sekecil apapun tak sebaiknya terlontar.
“Suamiku, kau suruh aku membuat sepuluh cangkir kopi pun aku bersedia, jika memang kopi yang ku buat belum pas untukmu…………”
“Suamiku, sesungguhnya jika aku marah padamu, aku tak sungguh-sungguh marah, aku marah pada driku sendiri….”
*tak sanggup lagi menulis*
Kisahnya bermula dari hari sabtu, entah merasa lelah, ketika turun dari bis, dan saya tidak mendapati suami saya berada di tempat penjemputan (karena ia selalu telat), saya membentaknya. Sungguh, saya menyesal ketika ia berkata, “umi hanya menunggu setengah jam di sini, 4 jam perjalanan, untuk bertemu abi. sedang abi menunggu umi selama dua hari di sini. Hari jumat kemarin, hampir saja abi akan mengirim umi sms, ‘umi pulang jam berapa?’, abi lupa kalau umi baru pulang besok…..”
ini blog mestinya bertransformasi. Untuk 17 tahun ke atas. hehe….
aaah…..!!!
saya benci dengan siklus haid saya yang pendek. Bayangin dari 30 hari bisa 12 hari masa haid, 10 hari off, trus haid lagi…. *hiks*
kemarin off 5 minggu, kirain dapet dedek bayi, eeh…… muncul lagi….si bulan!
kalau udah nikah, kasihan juga suami….yang saban hari tanya,
“mi, udah bersih belum…”
haha…
seddiiih……..
Catatan Pernikahan
Posted: November 8, 2011 in UncategorizedTag:hikmah nikah, nikah, ujian kedewasaan
Ini adalah catatan pernikahan saya yang pertama. Saat ini, hujan turun dan disamping saya ada seseorang yang selalu menghujani saya dengan penuh cinta, dengan dekapan dan kasih sayangnya (meski ibu tetap saja two thumbs up, hehe)
menikah itu…kata suami adalah halal. pernah ia berkata dengan tak sengaja, bahwa ia memerlukan saya untuk mendampingi hidupnya…
ah, kawan….sungguh….ada banyak hikmah dalam sebuah pernikahan….
bahwa sakinah jelas, dilapangkan rezeki iya, diluaskan silaturahim mantabs, dan….betapa kedewasaan kita pelan-pelan ditempa….dalam tiap kesehariannya…
…..(bersambung)…
Rumus Pasti Kehidupan
Posted: Juni 19, 2011 in UncategorizedTag:ikhtiar manusia, jalan, ketetapan Allah, rumus pasti kehidupan, takdir

“Tak ada yang pasti dalam hidup ini. Kecuali, kau berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah….”
Betapa tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Ya kan? Hidup ini hanya senda gurau..
Kau harus memutuskan untuk studi ke luar kota, di kota hujan (Pada akhirnya, Allah menunjukkan jalan, bahwa saya harus berjalan memutar terlebih dahulu untuk kemudian percaya pada hati kecil saya sendiri…)
Ibu saya menunjukkan jalan yang lain. Itu mungkin akan mempercepat saya bertemu dengan calon suami saya *senyum*, namun, Allah tahu timing yang tepat ketika kami bertemu. (Saat saya dalam kondisi terbaik, ia dalam kondisi terbaik, dan kami dipertemukan dalam tempat yang terbaik juga diberkahi Allah. Aamiin.)
Kemudian, saya harus meninggalkan profesi saya sebagai guru….
(Mengingatnya saja saya sudah merasa emosional sekali)
Tahu tidak, sederhana itu lebih dekat pada Allah SWT…….
dan kehidupan Anak adalah hal yang paling menyenangkan..
ya, kata Allah dalam Al-Qur’an…
“Manusia mempunyai kecenderungan untuk mencintai harta, anak-anak…..”
“Pada akhirnya, Allah kan menunjukkan jalan-Nya….” (Bu Sri)
Okay….
Allah, pilihkan yang terbaik untukku…..
“Sesungguhnya pilihan itu ada pada apa yang telah Dia pilihkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman….”
Hopelessly devoted to you
Posted: Juni 16, 2011 in Kegundahan hatiTag:hopefully, Innalllaha ma'ash shobirin, Insya Allah you find your way, Mari bangun cinta, marriage, sindrom
“Marriage is a coming together for better or for worse, hopefully enduring” (William O. Douglas)
ah……hopelessly devoted to you….Hiks. Hiks.Kayak gerhana bulan total tadi malem….
“Ini Haram, ya kan?”




